Thursday, 20 November 2008

SUMBER AIR GASOL PERTANIAN ORGANIK



Di sawah belakang rumah, ada mata air yang terus mengalir baik musim kemarau dan apalagi musim hujan. Penduduk setempat menamakan mata air itu CIDEUKEUT (air yang paling dekat).

Dulu kebutuhan air bersih sebagian warga Gasol diambil dari sana, namun sekarang banyak rumah tangga yang membuat sumur sendiri sehingga Cideukeut jadi tidak terurus lagi. Posisi nya bergerak lebih ke selatan.

Proyek merapihkan Cideukeut mulai 4 bulan lalu. Kami kumpulkan mata air yang terserak untuk ditampung di sebuah kolam. Sekeliling kolam ditanami pohon bambu untuk resapan air.

Kolam dengan air dingin, jernih, sejuk, segar dan murni telah rampung dikerjakan bulan ini. Akan kami pakai air yang tertampung untuk mengairi kebun sayur dan sawah.

Anak-anak dan beberapa orang tua senang mandi/berenang di sana. Siapa yang mau ikut ?

Friday, 24 October 2008

SERTIFIKASI, UJI LAB, PERIZINAN

Dinas Kesehatan
* Pembuatan Tepung




- Tepung Beras : PIRT No. 206320301456
- Tepung Kacang Hijau : PIRT No. 206320302456
- Tepung Pisang : PIRT No. 206320303456
- Tepung Kedelai : PIRT No. 206320304456
- Tepung Jagung : PIRT No. 206320305456



* Pengemasan Tepung:- PIRT No. 815327601161

* Majelis Ulama Indonesia
HALAL LPPOM - 01101026821007

* Seameo Biotrop
Tanah dan air yang digunakan untuk pertanian tidak terdeteksi adanya residu pestisida golongan Organochlorin, Carbamat dan Organofosfat. No order 1022/PP/XII/2007, tanggal 2 Januari 2008.

* Departemen Hukum & HAM RI, Dirjen Hak Kekayaan Intelektual
Pendaftaran Merek, No.Agenda D00-2008.014477, 23 April 2008

Tuesday, 21 October 2008

ASAL USUL NAMA GASOL

Dear Customer,

Mencari nama untuk produk bagi kami sama sulitnya dengan mencari nama untuk anak. Kami berharap nama itu bisa gampang diingat, dan juga mempunyai arti yang bagus.

Saking mumetnya cari nama, waktu pertama kali buat kotak tepung, tepung itu tidak bernama dan hanya menyebutkan "Tepung Beras Alami" saja.

Dalam pembicaraan telephone pemesanan tepung,customer sering menyebut dengan Tepung Gasol, mungkin bingung karena tepungnya Anonim dan hanya ada simbul logo dengan tulisan Gasol (logo ini maksudnya nama usaha, :)) yang tertera di kiri bawah dus bagian belakang. Itulah yang gampang disebutkan. Penyebutan itu akhirnya kami putuskan untuk digunakan sebagai nama produk.

...

Waktu pertama kali saya mendengar nama desa Gasol, saya agak heran karena umumnya nama desa di Jawa Barat selalu khas Pasundan atau diawali dengan suku kata CI ... mis Cianjur.

Nama "Gasol" terdengar unik sehingga gampang diingat.

Lalu apa sih artinya Gasol ?

Secara plesetan kami sering mengatakan GASOL kepanjangan dari GAdis SOLeh, karena lingkungan Gasol adalah Pesantren.

Baru-baru ini dari pembicaraan dengan sesepuh di Gasol, saya mendapatkan cerita yang lebih bisa dipahami.

Beberapa kerabat kerajaan Panjalu dari Tasikmalaya mencari tanah baru yang subur untuk pertanian. Mereka berkelana sampai ke daerah Cianjur dan masuk sampai ke pelosoknya. Mereka menemukan sebuah lokasi yang dicari. Tanah yang subur dengan sumber air yang bersih dan melimpah. Ditempat itu mereka membersihkan diri dan memutuskan untuk menetap. Tempat itu kemudian mereka namakan Ghosala dari bahasa Arab yang artinya membasuh atau mencuci. Selanjutnya supaya mudah menyebutkan jadilah nama itu Gasol.

Sejalan dengan cerita di atas, kami pun ingin Produk Gasol yang memang ditanam secara alami/organik menjadi makanan sehat dan menjadi "pembasuh". Membersihkan tubuh dari racun dan penyakit. Amin.

Friday, 26 September 2008

KAMI HADIR DI RANCH MARKET DAN TOTAL BUAH

Dear Customer,

Untuk lebih mendekatkan Gasol kepada Customernya di Jakarta, kami bekerja sama dengan outlet sbb.

* Total Buah :
Fatmawati dan Kelapa Gading II, yang lain dalam proses

* Ranch Market :
Kebon Jeruk, Pejaten, Pondok Indah dan Darmawangsa Square.

Kami bangga produk Gasol bisa diterima dan disejajarkan dengan produk import yang berkwalitas.

Kami tetap menjaga mutu dan terus melakukan upaya perbaikan. Terima kasih atas dukungan Anda.

Salam

Sunday, 14 September 2008

AREN, NASIBMU KINI DAN ESOK.


Bersama Mang Deden (jurangan pabrik sagu aren di Buni Kasih, Cianjur) di antara tumpukan batang aren untuk diolah jadi sagu aren

Bahan tulisan ini dari hasil menemani Gotto Sensei (dosen Tohoku University) dan Watanabe Sensei (dosen Iwate University) yang berkunjung ke Gasol Pertanian Organik dan jalan-jalan di Cianjur (10-12 September 2008). Mereka datang ditemani Juliarni San (dosen Biologi IPB, sahabat karib saya semasa kuliah).

Di Jepang, tidak ada aren oleh karena itu ahli pertanian Jepang terpaksa memburu informasi aren sampai ke Indonesia. Mereka paham karena di masa yang akan datang aren akan menjadi salah satu sumber utama biofuel.


Masa kecil saya di Cianjur, kami suka minum lahang (air aren yang baru disadap). Pedagangnya ngider bawa lodong bambu. Aih .. enaknya, rasanya manis dan jadi sedap dengan sedikit aroma asap.

Sayang sekali sekarang sudah tidak ada lagi yang ngider bawa air lahang karena jaman sekarang orang lebih suka minum softdrink kali yah ... ?

Lahang jika dibiarkan akan mengalami fermentasi menjadi cuka. Cuka lahang aromanya sedap dan kalau dipakai buat bikin petis (asinan orang Cianjur) rasanya enak. Asem nya gak bikin kita sakit perut (aduh lagi ngetik sampai jadi ngeces ngebayangin asinan ... mana pas lagi puasa ... :- )

Lahang umumnya dimasak untuk dijadikan gula aren. Selain aromanya yang khas, gula aren juga gak lembek. Kalau bikin kolak pake gula aren wangi nya bikin ngiler (ngeces lagi nih ...)

Lahang disadap dari bunga jantan pohon aren, sedangkan dari bunga betinanya kita bisa memanen kolang kaling.

Aren salah satu pohon yang unik. Pertumbuhan vegetatifnya selama 10 tahun. Setelah itu tidak tumbuh lagi daun baru lalu muncul bunga betina dan bunga jantan. Bunga betina hanya keluar satu kali, sedangkan bunga jantan bergantian muncul dari atas turun terus ke bawah batangnya.

Aren juga bisa dipanen batangnya. Setelah bunga betina dipetik, batang aren ditebang untuk diambil patinya jadi sagu aren. Sagu aren jadi bahan kue atau mie (jadi inget ongol-ongol kue dari sagu aren ...)

Yang tak kalah penting, dari pohon aren juga bisa diambil ijuknya untuk bahan sapu ijuk, filter air, dll. Tak lupa daunnya bisa untuk atap atau diambil lidi untuk sapu lidi.

WOW ... aren memang luar biasa semuanya bisa dimanfaatkan.

...

Di Cianjur khususnya, Aren hanya tumbuh di hutan atau di tepi-tepi jurang. Dengan meluasnya alih fungsi hutan dan beredar keyakinan di masyarakat bahwa aren hanya bisa ditanam oleh musang maka populasi aren kini semakin berkurang.

Akankah kita menyesal di masa yang akan datang karena kita telah mengabaikan potensi sumber daya alam kita yang sebenarnya sungguh berharga ?


Memanen lahang


Menuangkan lahang dari lodong untuk dimasak jadi gula aren

Thursday, 14 August 2008

PROFILE SAHABAT : TITIEN IRVIANTY

Mbak Titien salah satu customer tepung Gasol yang setia. Berikut e-mailnya tertanggal 13 Agustus 2008.

dear ika,

rasanya saya jadi pelanggan sudah lebih dari 2 tahun, sejak anak pertama saya Tara berusia sekitar 6 bulan, sekarang dia sudah 3 tahun dan masih makan bubur tepung beras gasol kalau dia breakfast. kadang-kadang juga kalau pas dia sedang "angot" alias nggak mau ngunyah atau radang tenggorokan.
sekarang anak kedua saya hampir berusia 6 bulan, tepatnya bulan september nanti dia sudah bisa mengkonsumsi bubur tepung beras gasol. rasanya keluarga kecil saya ini akan menjadi pelanggan setia tepung beras gasol untuk beberapa tahun kedepan.

ikut bangga rasanya dengan perkembangan gasol. kalau saya ingat dulu masih beli yang 1/2 kiloan atau yang 1 kiloan ya? trus belum ada merek dan masih dibungkus plastik vacum biasa. terus beralih ke packaging yang kecil tapi warna-warni dengan logo rumah. sampai hari ini saya terima kiriman tepung beras gasol dengan packaging terbaru plus dengan bayam organiknya (thanks alot ya ika!), wahh..... ikut bangga dengan perkembangan usaha gasol.

ini ungkapan tulus lho dari hati seorang ibu yang anaknya tumbuh dan berkembang dengan makanan bergizi dari gasol. saya sering banget cuap-cuap keteman-teman yang kadang bangga dengan makanan import dan instan. praktis dan terkenal katanya. sementara anak saya ga pernah mau makan makanan tersebut. lidah lokal kali, yang pasti lebih sehat. terbukti lho, anak pertama saya jarang sekali sakit karena mungkin konsumsi makanan yang benar dan nggak mengandung pengawet ini itu.

semoga gasol tetap semangat untuk terus memperbaiki mutu dan terus berkembang ya. maju terus dan sukses selalu.

salam gasol,
titien


the ibrahims
roy-titien-tara-rafa

http://theibrahims.blogspot.com
http://taranur.com

Reply ...

Dear Mbak Titien,

Saya sangat terkesan waktu Mbak pertama kali telp untuk order tepung
beras Gasol. Kejadian itu sudah lebih dari 2 tahun lalu, tapi saya
masih merasakan hangatnya sambutan Mbak terhadap produk Gasol yang
waktu itu sama sekali belum dikenal orang. Mbak telah memberikan
dukungan yang sangat menyemangati saya.

Sudah beberapa kali saya tulis di sms dan sekarang saya tulis lewat
e-mail dan terus akan saya ulangi,SAYA SANGAT TERIMA KASIH ATAS
DUKUNGANNYA.

Peluk cium untuk Tara dan Rafael.

Salam
Ika

Wednesday, 13 August 2008

PENDAFTARAN MEREK

23 April 2008

Malas menghadapi birokrasi yang berbelit-belit jadi penyebab tertundanya pengurusan pendaftaran merek GASOL. Tapi mengingat pentingnya untuk mendaftarkan Merek jadi memang harus dikerjakan juga.


Pendaftaran merek dilayani oleh Departemen Hukum & HAM RI, Dirjen Hak Kekayaan Intelektual, Jl. Daan Mogot KM 24, Tangerang 15119. Telp. 021-5524839, 55253888.

Pertama masuk ke areal parkir, saya langsung tanya satpam, dimana loket pengurusan. Begitu masuk ke gedung yang ditunjuk satpam tadi, saya disambut seorang staff yang dan mengajak ke lantai 2 (tadi satpam bilang di lantai satu - ???). Setelah duduk di ruangan, ybs membuka pembicaraan yang intinya menawarkan diri untuk membantu memperlancar pengurusan. Saya berusaha menolak tawaran tersebut dan menyatakan ingin mengurus sendiri. Saya ingin tahu seberapa sulitnya urusan ini.

Saat turun lagi ke lantai 1, saya mencari papan petunjuk arah loket, tapi tidak menemukannya. Saya coba tanya ke resepsionis. "Wah jam istirahat, mungkin sudah tutup, " ujar nya sambil berusaha menelpon seseorang. Saya bilang : "Bu, tolong tunjukkan aja loketnya, gak apa-apa saya tunggu kalau memang tutup karena jam istirahat". Akhirnya dia menunjuk ke arah belakang.

Jam 11.50, ternyata loket masih buka dan cukup ramai dengan orang yang sedang mengurus pendaftaran.

Di loket saya disodori syarat-syarat permohonan pendaftaran merek. Semua sudah komplit saya siapkan kecuali Formulir Permohonan - diberikan dalam bentuk form fotocopy yang harus diisi dengan mesin tik.

"Maaf, bu. Saya gak nemu formulir ini di internet. Jadi belum saya lampirkan. Kalau memang harus diisi dengan mesin ketik, saya minta tolong saja diketikkan daripada saya mesti pulang untuk ngetik dan balik lagi ke sini".

Ibu muda ini cukup mengerti dan mau membantu. Repot euy kalau mesti bolak-balik mah ... tekor waktu dan biaya.

Biaya pendaftaran Rp.450,000.- dibayarkan ke BRI yang loketnya berada di gedung itu juga.

"Lengkap sudah semua syarat pendaftaran. Ibu telpon saja 3 bulan lagi untuk menanyakan hasil pemeriksaan formalitas. Kalau lolos di tahap pertama ini ada lagi pemeriksaan substantif. Hasilnya 9 bulan kemudian. Kalau lolos akan diterbitkan sertifikat dan dikirim ke alamat sesuai surat permohonan. Tidak perlu datang lagi ke sini." Begitu keterangan petugas loket.

"Terima kasih, bu. Nanti akan saya telpon. Boleh minta nomor telponnnya, karena yang saya dapat dari 108 ternyata sulit dihubungi, tersambung tapi tidak ada yang angkat".
Petugas loket itu lalu menyebutkan 3 nomor yang salah satunya sama seperti yang ada dicatatan saya - yang gak pernah diangkat itu. Semoga besok lusa kalau saya telpon ada petugas yang punya waktu luang untuk ngangkat dan bersedia memberikan informasi yang dibutuhkan.

Tahap pertama sudah dilewati. So far so good. Semoga tahap berikutnya juga begitu. KALAU TERBUKTI BENAR apa yang diinformasikan petugas loket, TWO THUMB UP untuk DIRJEN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL.

Sudah seharusnya Pemerintah membuat proses pengurusan Hak Kekayaan Intelektual lebih sederhana dan terjangkau (murah) supaya orang tertarik mendaftarkan Paten, Merek atau Hasil ciptaannya. Jadi gak ada lagi cerita kita "riweuh" karena Malaysia atau Negara lain mempatenkan apa yang kita rasa jadi milik kita. Semoga ...




13 Agustus 2008


Sesuai saran bagian permohonan merek untuk telpon setelah 3 bulan agenda permohonan, maka hari ini saya coba hubungi kantor Dirjen HAKI untuk menanyakan merek yang telah kami daftarkan. Saya telpon ke 5525-388 ext 309 (Bagian TU Merek) diterima oleh seorang staff yang mengaku bernama Bagus. Pada intinya menyampaikan :

1. apabila dalam waktu 3 bulan tidak menerima surat pemberitahuan, berarti permohonan lengkap dan masuk ke tahap substantif.

2. apabila dalam waktu 1.5 tahun tidak menerima surat pemberitahuan usul ditolak maka permohonan sedang dalam tahap disetujui untuk disebarluaskan.

3. apabila tahap 1 dan 2 telah terlewati, silahkan tunggu kiriman sertifikat merek setelah 2 - 2.5 tahun mendaftar.

Begitulah tahapan untuk mendapatkan sertifikat merek. Sabar yah ...